Manusia dan Penderitaan

Rommy Gustiawan Chandra Pratama
15117393
1KA15

Ilmu Budaya Dasar
Materi Minggu ke-6
Nama Dosen: Budi Prijanto

Dibuat manual dengan menggunakan kode HTML langsung dari Blogger, bukan dengan meng Copy-Paste dari Microsoft Word ke Blogger, dengan tujuan agar tulisan rapi.
Isi materi dicari satu-persatu sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan, dengan bersumber dari berbagai macam blog, dan bukan dengan meng Copy-Paste materi utuh milik teman sekelas.
Dipublikasikan pada tanggal 11 Juni 2018

A. Penderitaan
1. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sanskerta “dhra” artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.

2. Contoh Penderitaan
- Pemutusan Hak Kerja
Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya, hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.
- Kemiskinan
Dalam hal ini mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan. Namun, miskin di sini bukan miskin melarat melainkan hidup pas-pasan. Bagi sebagian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia, semua di atur oleh uang, sibuk dengan tugas masing-masing, tidak ada komunikasi.
- Bencana
Bencana yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya seperti sedia kala.

B. Siksaan
3. Pengertian Siksaan
Siksaan merupakan suatu penderitaan yang diterima oleh seseorang. Penderitaan itu sendiri berbentuk penganiayaan. Seseorang mengalami penganiayaan yang membuatnya mendapat siksaan dan merasa tersiksa. Kenyamanan tentu saja tidak dapat oleh seseorang yang mengalami siksaan tersebut. Dengan siksaan yang didapat oleh seseorang, pastilah akan membuat orang itu mendapat luka baik luka fisik maupun luka hati atau yang lebih terkenal dengan nama sakit hati.

4. Pengertian Fobia
Fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu hal atau fenomena yang bagi sebagian orang hal tersebut adalah hal biasa. Namun bagi seorang pengidap fobia, hal tersebut menjadi sesuatu yang mengerikan atau bahkan menjijikkan untuk dilihat atau dirasakan.

5. Siksaan yang Bersifat Psikis
- Kebimbangan
Kebimbangan terjadi ketika seseorang tidak dapat mengambil keputusan untuk memilih salah satu yang bagus atau baik untuk dirinya dari beberapa pilihan yang telah ada di pikirannya, namun beberapa orang yang memegang teguh prinsip hidupnya maka akan lebih singkat dalam memilih pilihan yang ada dan bahkan ia pun tidak merasa bimbang.
- Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang bisa diartikan seperti sendiri, tidak mempunyai teman atau sahabat, tidak ada suara dan sebagainya. Orang yang mengalami kesepian biasanya selalu merasa bahwa dirinya hidup di dunia ini tanpa teman yang bisa di ajak bicara atau bersosialisasi, salah satu faktor yang menyebabkan kesepian yaitu kurangnya pergaulan akhirnya membuat dia malu untuk bersosialisasi dengan teman dan orang sekitarnya, berujung pada rasa kesepian.
- Ketakutan
Rasa takut selalu menjadi perasaan yang menyiksa batin si penderitanya. Selama seseorang tersebut merasa ketakutan, orang tersebut merasa sangat menderita dan berpikir akan melakukan apa pun agar ia bisa lepas dari rasa takutnya. Rasa takut jika di biarkan maka lama kelamaan akan berujung pada kekalutan mental, bahkan bisa menjadi gangguan kejiwaan atau gila.

6. Penyebab Seseorang Merasa Ketakutan
Fobia yang dimiliki seseorang dapat menyebabkan mereka merasakan ketakutan. Salah satu contohnya adalah Claustrophobia yaitu rasa takut terhadap ruangan tertutup atau Agoraphobia yaitu rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.

C. Kekalutan Mental
7. Pengertian Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

8. Gejala-gejala Seseorang Mengalami Kekalutan Mental
- Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.
- Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

9. Tahap-tahap Gangguan Kejiwaan
Gangguan jiwa biasanya dimulai dari fase prodromal. Pada fase ini belum ada gejala spesifik gangguan jiwa, seperti halusinasi atau waham. Gejala yang muncul biasanya berupa kecemasan, kesulitan mengambil keputusan, isolasi sosial, kesulitan konsentrasi dan kesulitan fokus perhatian. Fase prodromal mulai timbul 1-2 tahun sebelum gejala skizofrenia muncul. Fase ini, penderita jarang dapat ter diagnosa sehingga terapi jarang dapat diberikan. Bila penderita mendapat pendampingan psikososial, maka proses gangguan jiwa dapat dihentikan sehingga tidak berlanjut ke fase akut atau krisis.

Pada fase akut atau krisis, penderita biasanya dibawa ke rumah sakit jiwa atau berobat jalan. Biasanya penderita akan mendapatkan pengobatan berupa obat anti gangguan jiwa. pada fase ini, bila penderita mendapatkan dukungan lingkungan fisik (nyaman, tenang, asri) dan sosial yang mendukung (bersahabat, ramah, tanpa ancaman), maka penderita akan dapat cepat kembali ke kondisi yang tenang atau stabil.

10. Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
- Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi, misalnya orang dari pedesaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial. Overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.

11. Proses-proses Kekalutan Mental
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang dapat mendorongnya ke arah berikut ini:
- Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap dapat bertahan hidup. Misalnya, melakukan shalat tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
- Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.

D. Penderitaan dan Perjuangan
12. Hubungan Antara Penderitaan dan Perjuangan
Setiap manusia pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat maupun yang ringan. Penderitaan adalah ujian kehidupan manusia yang bersifat kodrati (berasal dari Tuhan). Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalah itu semaksimal mungkin atau tidak. Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budaya itulah ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya atau yang dialaminya. Hal ini bisa membuat manusia lebih kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi takdir dari manusia itu sendiri, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan penderitaan. Manusia juga harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut karena penderitaan adalah ujian dari Tuhan. Kita dapat mencoba menghilangkan penderitaan kita dengan cara berjuang yaitu dengan terus berusaha merubahnya. Memang penderitaan merupakan ketentuan dari Tuhan, tetapi kita dapat mencoba merubahnya apabila kita terus berusaha dan juga berdoa untuk merubahnya. Contohnya adalah saat seseorang yang harus rela mengalami kebutaan dia dapat berusaha untuk dapat melakukan aktivitasnya walaupun dia buta dengan cara berlatih dan tidak lupa untuk berdoa.

E. Penderitaan, Media Masa, dan Seniman
13. Hubungan Antara Penderitaan, Media Masa, dan Seniman
Penderitaan pastilah semua orang pernah merasakannya. Namun semakin maju suatu zaman maka kemungkinan penderitaannya juga akan semakin besar. Kemajuan teknologi juga merupakan salah satu faktor penyebabnya, yaitu seperti Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru kendali, dan pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Contoh sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia adalah kecelakaan, bencana alam, dan hal lainnya.

Berita mengenai penderitaan manusia ramai mengisi lembaran koran, layar kaca, dan berbagai media informasi lainnya. Berita-berita tersebut ditayangkan dengan tujuan agar semua orang mendapatkan informasi tentang dunia luar dan dapat ikut bersimpati. Dengan demikian diharapkan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu yaitu seperti memberikan bantuan. Bantuan yang datang bisa secara perseorangan atau kelompok atau bisa juga dari sebuah organisasi tertentu.

Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan kepada masyarakat luas. Dengan demikian masyarakat dapat dengan segera manusia dapat menentukan sikap yaitu untuk bersimpati atau tidak. Selain itu komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya juga tidak kalah pentingnya, sehingga para pembaca dan penonton dapat merasakan penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

F. Penderitaan dan Sebab-sebabnya
14. Sebab-sebab Timbulnya Penderitaan
- Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidakharmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya.
- Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit atau siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan azab dari Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

G. Pengaruh Penderitaan
15. Pengaruh yang Akan Terjadi Pada Seseorang Jika Mengalami Penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang bertujuan agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya.

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri.

H. Penutup
16. Kesimpulan
Pada hakikatnya, penderitaan dan manusia itu berdampingan. Karena penderitaan merupakan rangkaian dari kehidupan dan setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung bagaimana seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Agar tidak mengalami penderitaan yang berat, maka dari itu kita harus menjaga sikap dan kelakuan yang baik sesama manusia, alam sekitar, dan terutama kepada Tuhan.

17. Komentar
Menurut Saya, penderitaan adalah sebuah proses yang setiap manusia akan lalui. Baik penderitaan yang kecil maupun yang besar. Jika kita memiliki sebuah masalah yang menyebabkan penderitaan, maka kita harus segera mencari solusinya. Jangan sampai penderitaan tersebut meracuni tubuh kita. Mencari sebuah solusi masalah harus dilakukan dengan pikiran yang jernih agar solusi mudah didapat dan yang paling utama adalah dengan berdoa meminta solusi kepada Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Manajemen Layanan Sistem Informasi pada Perusahaan Lockheed Martin

Animasi dan Desain Grafis

Animasi Objek 3D dengan Blender