Manusia dan Kebudayaan
Rommy Gustiawan Chandra Pratama
15117393
1KA15
Ilmu Budaya Dasar
Materi Minggu ke-2
Nama Dosen: Budi Prijanto
Dibuat manual dengan menggunakan kode HTML langsung dari Blogger, bukan dengan meng Copy-Paste dari Microsoft Word ke Blogger, dengan tujuan agar tulisan rapi.
Isi materi dicari satu-persatu sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan, dengan bersumber dari berbagai macam blog, dan bukan dengan meng Copy-Paste materi utuh milik teman sekelas.
Dipublikasikan pada tanggal 9 Juni 2018
A. Manusia
1. Unsur-unsur yang Membangun Manusia
- Jasad: badan kasar manusia yang tampak dari luar, dapat diraba dan menempati ruang.
- Hayat: mengandung unsur hidup yang ditandai gerak.
- Ruh: bimbingan tuhan yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran.
- Nafs: kesadaran tentang diri sendiri.
B. Hakikat Manusia
2. Hakikat Manusia
Hakikat manusia adalah pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka bertahan hidup manusia mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara. Di mana memiliki peran ataupun fungsi yang harus dijalankan oleh setiap manusia. Sesungguhnya hakikat manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab atas tindakannya dan manusia diberi naluri.
3. Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain
- Punya masa menopause
- Melewati masa kecil lebih lama
- Wajah memerah saat tersipu
- Bisa menciptakan api
- Mengenal pakaian
- Berbicara
- Jemari tangan yang fleksibel
C. Kepribadian Bangsa Timur
4. Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang ber-kepribadian baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
- Nomor 0 : lingkungan dunia luar
- Nomor 1 : lingkaran hubungan jauh
- Nomor 2 : lingkaran hubungan berguna
- Nomor 3 : lingkaran hubungan karib
- Nomor 4 : daerah kesadaran yang dinyatakan
- Nomor 5 : daerah kesadaran yang tidak dinyatakan
- Nomor 6 : daerah sub sadar
- Nomor 7 : daerah tak sadar
D. Pengertian Kebudayaan
6. Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.
7. Tokoh-tokoh Kebudayaan
- Ki Nartosabdo
- Ruth Benedict
- Basuki Abdullah
- Ismail Marzuki
- Ralph Linton
- Claude Lévi-Strauss
- Affandi
E. Unsur-unsur Kebudayaan
8. Unsur Kebudayaan Universal
- Bahasa
Bahasa merupakan suatu bentuk pengucapan yang indah dalam sebuah kebudayaan. Serta menjadi alat perantara utama manusia dalam melanjutkan atau mengadaptasikan sebuah kebudayaan.
- Sistem Pengetahuan
Ruang lingkup sistem pengetahuan berupa pengetahuan tentang alam, flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, kepribadian sesama manusia, dan tubuh manusia.
- Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
Sistem kemasyarakatan meliputi kekerabatan, perkumpulan, sistem kenegaraan, dan sistem kesatuan hidup. Untuk makna lebih luas bisa diartikan sebagai bangsa atau bahkan negara, semisal negara Indonesia ini.
- Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Teknologi yang dimaksud di sini adalah jumlah dari keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggora dari suatu masyarakat. Di dalamnya termasuk keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan bahan-bahan mentah.
- Sistem Mata Pencaharian Hidup
Sistem mata pencaharian hidup adalah segala usaha manusia untuk mendapatkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhannya. Bisa juga disebut dengan sistem ekonomi karena memiliki kaitan erat dengan mencukupi kebutuhan hidup. Beberapa jenis mata pencaharian seperti berburu, bercocok tanam, berternak, dan berdagang.
- Sistem Religi
Yang dimaksud sistem religi di sini adalah sebuah sistem yang terpadu antara keyakinan dan perilaku keagamaan. Hal tersebut berhubungan dengan sesuatu yang suci dan akal tidak menjangkaunya. Sistem religi meliputi sistem kepercayaan, nilai dan pandangan hidup, komunikasi, dan upacara keagamaan.
- Kesenian
Kesenian diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan. Sedangkan bentuk keindahan yang beraneka ragam itu muncul dari imajinasi kreatif manusia. Selain itu, tentunya juga dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia.
9. Perbedaan Kebudayaan dalam Dua Bentuk Wujud
Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama yaitu:
- Kebudayaan Material
Kebudayaan yang mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Contoh kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
- Kebudayaan Non Material
Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
F. Wujud Kebudayaan
10. Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya
- Gagasan
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak.
- Aktivitas
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
- Artefak
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.
G. Orientasi Nilai Budaya
11. Masalah Pokok Kehidupan Manusia dalam Sistem Nilai Budaya
- Hakekat Hidup
Masyarakat dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan dalam memahami arti dari hidup. Sebagai contoh dalam Buddha, hidup itu buruk dan manusia harus mencapai Nirvana. Hal ini mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Namun, banyak kebudayaan yang menganggap hidup itu baik. Jadi, variasi budaya mempengaruhi pemikiran-pemikiran manusia.
- Hakekat kerja atau karya manusia
Ada beberapa yang menganggap kerja adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk bertahan dalam kehidupan (bertahan hidup). Namun, ada yang bekerja untuk mendapatkan pangkat, jabatan, bahkan ada yang berpikir bekerja untuk meninggikan prestasi. Bukan harta yang dicari, namun status sosial yang dimiliki setiap individu.
- Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
Masalah ini memilik fokus dalam waktu. Ada budaya yang harus menganggap penting masa lampau, ada yang memperhatikan masa kini adalah yang terpenting sebagai tujuan perjuangannya, dan ada budaya yang melihat jauh ke depan. Hal ini mempengaruhi masyarakat dalam menentukan perencanaan hidupnya dikarenakan perbedaan pendapat dalam pemahaman dimensi waktu.
- Hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar
Masalah ini menyangkut kepercayaan bahwa alam itu dahsyat dan mengenai kehidupan manusia. Sebaliknya ada yang menganggap alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk dikuasai manusia. Akan tetapi, ada juga kebudayaan ingin mencari harmoni dan keselarasan dengan alam. Cara pandang ini akan berpengaruh terhadap pola aktivitas masyarakatnya.
- Hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya
Masalah yang ke lima menyangkut tentang interaksi antar manusia. Banyak kebudayaan hubungan ini tampak dalam bentuk orientasi berpikir, cara bermusyawarah, mengambil keputusan dan bertindak. Ada budaya yang menganggap kedudukan secara horizontal, dimana cenderung memikirkan hak asasi manusia. Sedangkan ada budaya yang menganggap kedudukan secara vertikal, dimana terciptanya pengembangan orientasi ke atas (senioritas).
H. Perubahaan Kebudayaan
12. Faktor-faktor yang Mempengaruhi di Terima atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru
- Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
- Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
- Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan baru.
- Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
- Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
13. Penyebab Terjadinya Gerak atau Perubahan Kebudayaan
Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
- Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat, salah satu contohnya adalah munculnya berbagai bentuk pertentangan dalam masyarakat.
- Sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat, salah satu contohnya adalah adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan.
I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
14. Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.
15. Contoh Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan
- Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contohnya adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
- Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda
Contohnya perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai.
- Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Contohnya di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
- Kebudayaan khusus atas dasar agama
Contohnya adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
- Kebudayaan berdasarkan profesi
Contohnya kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
16. Pengertian Dialektis
Dialektis (dialektika) berasal dari kata dialog yang berarti komunikasi dua arah, istilah ini telah ada sejak masa yunani kuno ketika diintrodusir pemahaman bahwa segala sesuatu berubah (panta rei).
17. Tahap dalam Proses Dialektis
- Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
- Obyektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
- Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
J. Penutup
18. Kesimpulan
Secara sederhana hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya.
19. Komentar
Menurut Saya, kebudayaan sangat erat hubungannya dengan manusia dan kehidupan sehari-hari. Kebudayaan bisa mencerminkan tingkah laku seseorang, jika orang tersebut berbudaya maka tingkah lakunya akan baik dan begitu pula sebaliknya. Kebudayaan bentuknya berbeda-beda setiap negara. Kita hidup di negara yang memiliki banyak sekali kebudayaan dan tentunya kita harus mengenal serta mempelajari budaya-budaya tersebut.


Komentar
Posting Komentar