Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Rommy Gustiawan Chandra Pratama
15117393
1KA15

Ilmu Budaya Dasar
Materi Minggu ke-3
Nama Dosen: Budi Prijanto

Dibuat manual dengan menggunakan kode HTML langsung dari Blogger, bukan dengan meng Copy-Paste dari Microsoft Word ke Blogger, dengan tujuan agar tulisan rapi.
Isi materi dicari satu-persatu sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan, dengan bersumber dari berbagai macam blog, dan bukan dengan meng Copy-Paste materi utuh milik teman sekelas.
Dipublikasikan pada tanggal 10 Juni 2018

A. Pendekatan Kesusastraan
1. Pengertian Sastra dan Seni
- Sastra adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
- Seni adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang diartikan pemujaan, persembahan dan pelayanan yang erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian.

2. Peranan Sastra
Sastra dapat dijadikan pijakan untuk mengkaji kehidupan, di dalamnya termuat nilai-nilai akhlak, moral, filsafat, budaya, politik, sosial, dan pendidikan. Sastra juga berguna dalam meningkatkan kepekaan rasa dan memberikan hiburan.

B. Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
3. Pengertian Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang".

4. Jenis-jenis Prosa
- Prosa Lama, yaitu sebuah karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari kebudayaan barat.
- Prosa Baru, yaitu bentuk prosa yang muncul setelah mendapat pengaruh dari budaya-budaya asing atau barat.

5. Komponen dalam Prosa Lama
- Tambo, yaitu suatu karya sastra yang menceritakan sejarah (asal-usul) suku bangsa, negeri, dan adat.
- Fabel, diambil dari bahasa Belanda yang berarti cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya.
- Legenda, yaitu cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang pembuat cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.
- Cerita rakyat, yaitu cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa.
- Cerita pelipur lara, yaitu suatu karya sastra yang berisikan kejenakaan. Karya sastra ini bertujuan untuk melipur lara atau membuat pembaca melupakan kesedihan.

6. Komponen dalam Prosa Baru
- Riwayat, yaitu catatan singkat tentang gambaran diri seseorang.
- Resensi, yaitu suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya.
- Roman, yaitu sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
- Antologi, secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga” yang berarti sebuah kumpulan dari karya-karya sastra.
- Kritik, yaitu analisis untuk menilai suatu karya sastra. Tujuannya adalah mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra setinggi mungkin dan mendorong pembaca untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik.

C. Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
7. Pengertian Prosa Fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng.

8. Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
- Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan.
- Prosa fiksi memberikan informasi
Prosa fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
- Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imajinasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan uang tak henti-hentinya dan warisan budaya bangsa.
- Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.

9. Dua Macam Karya Sastra
- Prosa
Prosa merupakan bentuk seni sastra yang diuraikan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan cenderung tidak terikat oleh irama, diksi, rima, kemerduan bunyi atau kaidah serta pedoman kesusastraan lainnya.
- Puisi
Puisi adalah sebuah karya sastra yang diuraikan menggunakan diksi atau kata-kata pilihan, dicirikan dengan pembahasan yang padat namun indah.

10. Contoh Prosa
“Hikayat Si Miskin”
Suatu hari, sepasang suami istri yang dikutuk menjadi miskin, melahirkan seorang anak yang bernama Marakarma. Sejak anak itu lahir, keduanya pun mulai hidup berkecukupan. Suatu saat, seorang ahli nujum meramalkan bahwa Marakarma akan membawa sial bagi keluarganya. Ayah Marakarma pun meyakini hal tersebut dan sang anak pun dibuangnya ke suatu tempat. Sejak anaknya dibuang, hidup Ayah Marakarma justru semakin miskin lagi melarat.
Di tempat lain, Marakarma yang terbuang belajar berbagai kesaktian di tempat pembuangannya. Tanpa sebab yang jelas, dia dituduh telah melakukan pencurian, dan dia pun dibuang ke lautan dan terdampar di pantai. Saat terdampar di pantai, dia bertemu dengan seorang putri yang bernama Putri Cahaya. Sang putri tersebut telah menyelamatkan hidup Marakarma. Sejak saat itu, Marakarma pun mencoba pulang ke kampung halamannya. Selama di perjalanan, dia pun mendapatkan kesialan demi kesialan, sekaligus keberuntungan demi keberuntungan.

D. Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
11. Pengertian Puisi
Puisi adalah sebuah karya sastra yang diuraikan menggunakan diksi atau kata-kata pilihan, dicirikan dengan pembahasan yang padat namun indah.

12. Kreativitas Penyair dalam Membuat Puisinya
- Inside Learning
Pengalaman memegang peran dominan dalam proses kreatif. Tiap apa yang dikecap atau dirasa, bisa menjadi sumber inspirasi. Lembar demi lembar peristiwa apabila mampu dituliskan akan menjelma menjadi ratusan bahkan ribuan buku.
- Outside Learning
Contoh outside learning adalah dengan membaca karya puisi orang lain, membaca buku-buku sastra (sejarah dan perkembangannya), dan belajar langsung dari sang penulis puisi.

13. Alasan-alasan yang Mendasari Penyajian Puisi dalam IBD
- Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
- Puisi dan keinsafan atau kesadaran individual.
- Puisi dan keinsafan sosial.

14. Contoh Puisi
“Aku Ingin”
Karya: Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.

E. Penutup
15. Kesimpulan
Sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan Ilmu Budaya Dasar, karena materi-materi yang diulas oleh Ilmu Budaya Dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni di dalamnya.

16. Komentar
Menurut Saya, kesusastraan berperan penting dalam pelajaran Ilmu Budaya Dasar maka dari itu suatu kewajiban juga bagi para mahasiswa untuk mempelajari sastra. Dibutuhkan kekreativitasan bagi penulis sastra untuk menulis karyanya dan juga kejelian pembaca untuk menafsirkan arti sebuah karya sastra. Kecerdasan otak harus diimbangi dengan kekreativitasan otak, dan itulah pentingnya sebuah sastra. Karena mempelajari sastra akan membuat tingkat kekreativitasan otak meningkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Manajemen Layanan Sistem Informasi pada Perusahaan Lockheed Martin

Animasi dan Desain Grafis

Animasi Objek 3D dengan Blender